Walkot Manado: Survei Membuktikan Kualitas Pendidikan Karena Belajar Daring “Lacking”

Manado – Wali Kota Manado, Andrei Angouw mengatakan, survei membuktikan kalau kualitas pembelajaran daring tidak sama dengan tatap muka dan sehingga Manado “lacking” atau tertinggal dalam konteks pendidikan karena pandemi COVID-19

“Survei membuktikan bahwa pembelajaran online kualitasnya tidak sama dengan tatap muka,” kata Andrei Angouw, di Manado, saat menyinggung tentang peringatan Hardiknas.

Dia mengatakan, selama dua tahun ini, Manado memberlakukan sistem belajar secara daring dan hasilnya kualitas pendidikan lacking, tertinggal jauh dari harapan.

“Karena itu, maka kita harus mengejar ketertinggalan itu, kita memang dalam masa pemulihan maka semua harus fokus dalam bekerja agar ketertinggalan bisa dikejar,” katanya.

Dia mengatakan, pemerintah sudah meluncurkan merdeka belajar, dimana siswa bisa memilih pelajaran apa yang diminati, berarti bisa memilih yang sesuai passion-nya, dan berkonsentrasi dan serius belajar sesuai minatnya dan menjadi ahli di bidangnya masing-masing.

“Para siswa juga kami harapkan fokus dan diharapkan menjadi ahli di bidangnya masing-masing sehingga bisa maksimal membangun bangsa,” katanya.

Angouw juga menambahkan, dunia bergerak dengan sangat cepat, 10 tahun lalu, siapa yang berpikir kalau menulis bisa dikerjakan dari smartphone, dan berharap para guru makin maksimal dalam mengajar siswa masing-masing.

Sementara Kepala Dinas Pendidikan Kota Manado, Dr. Deasy Lumowa, mengatakan, demi mengejar ketertinggalan mutu pendidikan, yang disebabkan oleh sistem pembelajaran yang terpaksa daring sementara waktu, karena hantaman COVID-19.

“Memang tanggungjawab dalam pembelajaran siswa, bukan hanya pemerintah dalam hal ini dinas pendidikan, karena waktu siswa lebih banyak dengan orang tua, tetapi memang secara formal yang paling berperan dalam hal itu adalah sekolah dalam hal ini para guru,” kata Lumowa.

Dia mengatakan, memang orang tua punya waktu paling banyak dengan siswa, jadi dalam soal mengajar dan mengarahkan karakter anak pastilah orang tua sangat bisa, tetapi kalau soal pendidikan formal berbeda dan itu adalah bagian pembelajaran tatap muka dengan guru, dalam waktu yang lebih panjang,” katanya.

Sebab itu, Lumowa menegaskan, terus berusaha menggenjot mutu pendidikan kedepan, untuk mengejar ketertinggalan yang ada sekarang. (Ant)