Gubernur Sulut: Sektor Pendidikan di Provinsi Berpenduduk Lebih Dari 2,6 Juta Jiwa

Manado – Gubernur Sulawesi Utara (Sulut), Olly Dondokambey menyampaikan kepada Menpan-RB Tjahyo Kumolo bahwa sektor pendidikan di provinsi berpenduduk lebih dari 2,6 juta jiwa itu kekurangan tenaga guru berstatus aparatur sipil negara (ASN).

Pertemuan dengan Menteri PAN-RB, Tjahjo Kumolo pada Senin (12/4) untuk meningkatkan sinergitas antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi dan kabupaten/kota.

Sektor pendidikan di Sulut mengalami kekurangan guru ASN, Gubernur mengharapkan dibukanya formasi bagi ASN guru.

“Kami sangat mengharapkan agar supaya THL-THL yang ada di kabupaten/kota baik guru SD, SMP, maupun SMA bisa diikutsertakan dalam program perekrutan guru,” harap Olly.

Terpenuhinya alokasi tenaga pendidik maka kualitas pendidikan yang ada di Sulut khususnya di kepulauan dan perbatasan dapat diwujudkan.

“Hal ini (pemenuhan tenaga guru) dalam rangka meningkatkan pendidikan kita di daerah-daerah perbatasan di Kabupaten Kepulauan Talaud, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Kabupaten Kepulauan Sitaro dan Kabupaten Bolaang Mongondow,” ungkapnya.

Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan itu juga menjelaskan bahwa Sulut menjadi tempat yang strategis dalam rangka mensuplai kebutuhan tenaga kesehatan yang ada di Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara dan Maluku Utara.

Dia juga berharap dibukanya juga kran perekrutan ASN di bidang kesehatan.

“Kami juga meminta formasi dalam rangka peningkatan tenaga kesehatan di Provinsi Sulut,” lanjut Olly.

Terkait penambahan guru dan nakes di Sulut, Menpan RB Tjahyo Kumolo menanggapi positif usul tersebut.

“Sudah ditampung,” ujar Menpan RB seusai kegiatan.

Kata kuncinya menurut Menteri, Presiden Joko Widodo melakukan percepatan bidang infrastruktur kesehatan dan bantuan sosial, sehingga tenaga kesehatan termasuk perawat di puskesmas, puskesmas pembantu dibutuhkan.

Apalagi di Manado sudah mulai tumbuh rumah sakit daerah dan rumah sakit swasta.

“Saya kira tepat sekali (penambahan guru dan tenaga kesehatan) karena konsolidasi keuangan kita untuk sektor-sektor masalah kesehatan,” katanya.

Hadir juga dalam kegiatan tersebut Deputi SDM Aparatur Teguh Widjinarto, jajaran Forkopimda Sulut dan seluruh kepala daerah se-Sulut. (Ant)